
Musik dan Seni Membuat Jiwa Lebih Dinamis Dan Toleran?
Ribuan orang, sebagian adalah santri, berduyun-duyun menuju alun-alun. Layaknya orang yang tengah melihat konser, mereka berteriak dan bertepuk tangan. Apalagi, panggung juga diisi artis-artis macam Leni KDI, Hello Widi, dan Kiki Amalia, yang menyanyikan lagu-lagu relijius. Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin, Syamsul Arifin, seni tradisi menjadi bagian penting dari dakwah Islam kaum Nahdliyyin.
Masdar mengatakan, Lesbumi menggalakkan seni budaya bernapaskan Islam. “Seni membikin hati kita lentur, menciptakan kelembutan rasa. Ini menjadi relevan, ketika banyak umat Islam yang hatinya mengeras,” jelasnya.

Musik dan Seni Membuat Jiwa Lebih Dinamis Dan Toleran?
“Radikalisme itu anti seni. Kita menggalakkan seni untuk meneguhkan watak moderasi, kelembutan hati, untuk menangkal radikalisme, terorisme,” tambah Masdar.
Masdar bersyukur, dari sekian ribu pesantren di Indonesia yang berwarna NU, tak satu pun yang terlibat atau dicurigai berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Ini dikarenakan dalam pesantren NU masih ada penghargaan terhadap seni budaya.
“Saya ingin garis bawahi: Islam berkembang melalui seni budaya. Maka, Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam damai,” kata Masdar. (Berita Jatim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar